Sebelum ada peci, laki-laki di Indonesia terbiasa menutup kepala dengan ikat kepala. Pada saat itu jika tidak menggunakan tutup kepala, seorang laki-laki dianggap tak jauh beda dengan orang telanjang. Tutup kepala adalah bagian dari kesopanan.

Sejarah penggunaan peci di Indonesia, tidak selalu identik dengan penyebaran agama Islam saja, tetapi erat kaitannya juga dengan pergerakan bangsa pada saat mencapai kemerdekaan.

Adalah Sukarno yang memelopori sekaligus memopulerkan peci sebagai identitas bangsa Indonesia. Dalam buku otobiografinya yang berjudul “Penyambung Lidah Rakyat”, Sukarno bercerita mengenai tekadnya mengenakan peci sebagai lambang pergerakan bangsa Indonesia.

Untuk melanjutkan tekad Sukarno, mari kita pertahakan salah satu identitas bangsa Indonesia ini. Oleh karena itu kami sebagai genereasi penerus bangsa bertekad untuk membuat peci gaya dan nyaman saat digunakan oleh para generasi milenial.

Peci kupluk ini berbahan dasar 100% benang wol katun (serat kapas alami) yang akan selalu membuat nyaman kepala kita saat dipakai pada siang atau malam hari. Sehingga tidak menyebabkan panas dan gatal di kepala/rambut ketika dipakai dalam waktu yang cukup lama. Kelebihan lainnya mudah untuk menyerap keringat.